Jendela Wanita

Saat ujian bertubi dari suami dan pacar

0

“Adakah cinta tulus ? Pertanyaan itu kini telah pergi dari pikiran Amel. Setelah didera berbagai masalah asmara, Amel meyakini dirinya bahwa tidak ada cinta tulus dalam prinsip hidupnya kini.

Beda di masa lalu. Pertanyaan tentang cinta tulus kerap menari dalam pikirannya. Sampai Amel meyakini saat Anton mengajaknya serius menikah.

Amel percaya pernikahan adalah perjalanan panjang, yang akan membawanya menuju kebahagiaan.

Ketika dinikahi Anton, hati Amel dipenuhi harapan. Ia membayangkan sebuah rumah yang hangat, keluarga yang harmonis dan masa depan indah bersama anak yang mereka cintai.

Pada awal pernikahan, Anton adalah sosok membuat Amel menjadi perempuan paling beruntung. Mereka melewati hari-hari penuh tawa dan canda.

Membangun rumah tangga dari nol, dan saling berjanji, untuk selalu bersama dalam keadaan apapun.

Namun, seiring perjalanan waktu perlahan mengubah segalanya. Anton mulai sering pulang terlambat. Telepon genggamnya selalu dijaga begitu ketat. Sementara sikapnya semakin dingin. 

Percakapan yang dahulu terasa hangat, kini berubah menjadi pertengkaran.

Namun Amel meyakini dirinya, mungkin. Anton sedang menghadapi masalah di pekerjaaan di kantor. Atau tekanan hidup lainnya.

Hingga suatu hari, Amel menfapatkan bukti Anton menjalin hubungan dengan wanita lainnya.

Amel geram mengetahui pengkhianatan Anton. Pria yang selama ini dipercayanya, berbagi hati dengan perempuan lain. Segala kenangan indah, berubah menjadi hal yang begitu menyakitkan hatinya.

“Kenapa, Ton” tanya Amel dengan suara bergetar.

Anton terdiam. Tidak ada jawaban mampu menghapus luka di hati istrinya.

Amel sebenarnya ingin mempertahankan rumahtangganya. Iya memikirkan. Anak mereka. Masa depan keluarga, dan janji yang pernah diucapkan di hadapan keluarga.

Namun, cinta tidak bisa dipertahankan sendirian. Setelah melalui pertengkaran panjang dan berbagai upaya untuk memperbaiki hubungan, akhirnya perceraian menjadi jalan keluar.

Perceraian menyedihkan dirasakan Amel. Bukan hanya kehilangan pasangan, tetapinhuga kehilangan impian tentang keluarga utuh, yang selama ini dijaganya.

Meski demikian, ia berusaha tetap tegar. Iya tidak ingin anak melihat dirinya menyerah pada kehidupan.

Setelah bercerai dari Anton, Amel butuh waktu panjang, untuk menata kembali hidupnya. Iya belajar menerima kenyataan, tidak semua orang yang dicintainya, akan tinggal bersamanya.

Waktupun berlalu. Amel menyibukkan diri sebagai orangtua tunggal. Iya bekerja dan mengurus anak. Dan perlahan dirinya berdamai dengan masa lalu.

Asmara Pacar

Di tengah perjalanan itu, Amel bertemu dengan Agus. Pria itu begitu ramah dan perhatian. Sehingga membuat Amel kembali merasakan sesuatu kebahagiaan yang telah lama hilang.

Agus mendengarkan ceritanya, memahami kesedihannya, dan meyakinkan Amel bahwa masa lalu tidak seharusnya menentukan seluruh masa depan seseorang.

Awalnya, Amel ragu. Takut kembali mencintai. Ia khawatir luka yang sama akan terulang. Dirinya khawatir pada pertanyaan kembali, adakah cinta tulus ?

Namun, perhatian Agus mampu secara perlahan meluluhkan dinding hatinya yang beku pada pria.

Untuk pertama kalinya setelah bercerai dari Anton, Amel kembali tersenyum. Iya mulai membayangkan, bahwa masih mungkin ada kesempatan untuk menemukan kebahagiaan bersama seseorang yang baru mengisi lembaran baru kehidupannya.

Namun, harapan itu kembali diuji. Seiring waktu, Agus mulai berubah. Perhatiannya tidak seperti dulu. Agus semakin sering menghilang tanpa penjelasan. Seiring waktu, Agus mulai berubah. Perhatiannya tidak seperti dulu. Agus semakin sering menghilang tanpa penjelasan.

Kecurigaan Amel menemukan jawaban. Agus tergoda oleh wanita lain. Hati Amel kembali terluka.

Amel ‘berteriak’ pada Sang Pencipta.. setelah dikhianati Anton, kini harus menghadapi kenyataan pahit bersama Agus.

“Apakah aku memang tidak pantas mendapatkan cinta tulus ?” Bisik Amel pada suatu malam.

Pertanyaan itu terus menghantuinya.
Namun, kali ini Amel tidak ingin menghabiskan seluruh hidupnya, untuk mengejar jawaban dari seseorang yang telah memilih jalan lain.

Ia menyadari bahwa dirinya sudah terlalu lama menggantungkan kebahagiaan pada janji dan perhatian seorang pria.

Hubungan mereka berakhir, meninggalkan pelajaran yang tidak mudah dilupakan Amel.

Setelah hubungan dengan Agus berakhir. Amel kembali melewati masa sulit. Ada malam ketika kenangan tentang Anton dan Agus datang silih berganti. Ia bertanya-tanya mengapa dua kali harus mengalami kekecewaan yang hampir serupa.

Perlahan, kehidupan Amel mulai berubah. Ia tidak lagi menghabiskan waktu untuk mencari tahu kehidupan Anton. Ia juga berhenti berharap Agus akan kembali dan meminta kesempatan kedua.

Baginya, masa lalu adalah pelajaran, bukan tempat untuk menetap. Amel mulai memahami bahwa menjadi seorang perempuan yang pernah gagal dalam pernikahan, bukan berarti dirinya gagal sebagai manusia.

Dan kegagalan dalam hubungan asmara, tidak berarti pintu kebahagiaan telah tertutup selamanya.

Tentang cinta, Amel tidak lagi menutup hati sepenuhnya. Ia tetap percaya bahwa orang baik dan hubungan yang sehat mungkin saja hadir suatu hari nanti. Tetapi, ia tidak akan terburu buru mencari pengganti. Hanya karena takut hidup sendirian.

Jika suatu saat cinta datang kembali, ia ingin menyambutnya dengan hati yang lebih matang dan batasan yang sehat. Serta tidak kalah pentingnya, bahwa kesetiaan harus dibuktikan melalui tindakan.

Pada suatu pagi, Amel berdiri di depan cermin, dan memandang wajahnya, yang telah melewati begitu banyak perubahan.

Ia melihat seorang perempuan yang pernah jatuh, terluka, dan kecewa, tetapi tetap memilih untuk melanjutkan hidup.

Anton adalah bagian dari perjalanan rumah tangganya yang telah berakhir.Agus adalah bagian dari kisah cinta yang memberinya pelajaran baru.

Leave A Reply

Your email address will not be published.