Dessy Ratnasari akhirnya wujudkan mimpi
Isu di DPP PAN berhembus kencang mengenai Pilkada di Jawa Barat mendatang. Nama Dessy Ratnasari digadang berpeluang sebagai calon wakil gubernur Jawa Barat. Sosok ibu satu ini, dianggap memiliki reputasi baik dan berpotensi besar disukai masyarakat Jawa Barat.
Jakarta – Dessy Ratnasari pun telah menyerahkan berkas pencalonannya untuk Pilkada Jawa Barat, di Kantor DPW PAN Jabar. Sebelumnya Dessy pernah maju untuk pilkada di daerahnya, Sukabumi.
Kali ini, Dessy Ratnasari langsung ditugaskan DPP PAN maju di ring propinsi. Yakni sebagai cagub dan atau cawagub Jawa Barat.
Begitupun Dessy sebagai petugas partai, tidak tahu nantinya diposisikan sebagai Calon Gubernur atau Calon Wakil Gubernur. Jelasnya, “”Sebagai kader kita harus siap. Termasuk siapapun pasangan kita nanti.”
Berbicara pasangan, Dessy tidak menolak jika masih diberi kesempatan menikah (lagi). Terlebih anak semata wayangnya – Nasywa Nathania Hamzah, telah mengijinkan jika punya jodoh.
Hanya saja, Desy Ratnasari mengakui pemilih mencari calon suami. Meski banyak yang mencoba mendekati, namun politikus cantik ini lebih pada sosok lelaki lebih tua dari usianya. Selain itu, dapat membawa kedamaian diri dan Nasywa kelak.
“Saya dan Nasywa sudah bahagia. Jadi kalau ada seseorang yang datang tidak melengkapi kebahagiaan, kenapa harus ada dia ya,” tegas Dessy Ratnasari
Diakui Dessy Ratnasari, sesibuk apapun kegiatannya, namun tanggungjawab sebagai ibu tidak berkurang pada Nasywa. Bahkan cermin almarhum ibunya yang telah meninggal, menjadi panutannya saat ini menjaga Nasywa.
“Almarhum mama saya tumbuh sebagai perempuan yang mandiri, terstruktur, punya planing, serta bisa membagi waktu sebagai ibu dan wanita karier. Dia jalani itu semua. Anaknya sakit dia tetap ada, pulang ke rumah. Makanya saya sampai sekarang kalau anak saya sakit, sebisa mungkin saya harus pulang, meskipun saya lagi kerja. Karena saya yakin itu yang akan berbekas di hati Nasywa,” ujar Desy Ratnasari.
Terlahir dari pasangan HM Syaminan dan Mulyana, wanita kelahiran Sukabumi pada 12 Desember 1973 ini, lulus SMAN 3 di Sukabumi di usia 19 tahun. Kemudian melanjutkan pendidikan sampai S2 jurusan Psikologi di Jakarta.