Jendela Wanita

Pilu Kokom kehilangan anak akibat sosmed

0

BogorJeritan hati sebagai ibu, membuat Kokom Komariah (53) berbagai cara mencari keberadaan Amal Maruf (19), yang diam-diam bekerja sebagai nelayan penangkap cumi-cumi dilaut. Ia prihatin semangat anak kandungnya, ingin membantu ekonomi orangtua, walau masih sekolah di SMA.

“Amal pergi dari rumah tanggal 23 April 2024. Saya pikir ke sekolah. Ternyata datang ke Muara langsung kerja sebagai nelayan,” kenang Kokom Komariah.

Kokom Komariah baru tahu anak ke enamnya bekerja, setelah Amal pada 25 April 2024, menghubungi melalui telepon sudah berada di kapal nelayan Muara Baru Jakarta, dan siap melaut dengan seseorang yang dikenalinya dari Facebook.

Diakui Kokom Komariah sebelum amal memberitahu keberadaannya, sempat cemas menanti Amal pulang. Bahkan malam setelah Amal tidak pulang, handphone Amal tidak bisa dihubungi.

Kokom Komariah berusaha mencari info tentang Amal. Semua teman di sekolah tidak tahu keberadaan Amal. Akhirnya Kokom bernapas lega, setelah Amal menjelaskan bahwa dirinya menginap di rumah kenalannya di Facebook.

“Teman facebooknya bernama Doni. Amal diajak kerja dan diiming-iming gaji besar,” jelas Kokom Komariah.

Kokom yang tinggal di Cibungbulang Bogor ini, berusaha menenangkan pikirannya. Meski di satu sisi bangga dengan perjuangan Amal mengais rejeki, namun di sisi lain prihatin dengan pekerjaan yang dijalani sang anak.

Terbukti 8 Mei 2024, Amal kembali menghubungi melalui telepon, sedang bekerja di kapal nelayan di perairan kerawang barat. Lalu berlanjut ke voice note melalui watshap, bahwa Amal ingin pulang dan minta dijemput oleh Kokom Komariah.

Sejak pembicaraan terakhirnya pada 8 Mei 2024, Amal kini tidak memberikan kabar lagi sampai saat ini. Bahkan upayanya menghubungi Amal kandas. Karena nomer yang dihubungi Kokom Komariah tidak aktip.

Sampai akhirnya ada pihak menghubungi melalui telepon, minta uang 15 juta rupiah, sebagai syarat biaya administrasi jika Amal diminta pulang.

“Banyak uang telah saya keluarkan. Sampai menggadaikan sertifikat rumah, untuk memenuhi permintaan banyak orang bisa membawa Amal pulang. Tapi kenyataannya, sampai saat ini belum ada kepastian kabar tentang Amal. Termasuk nomor anak saya dan nomer yang menghubungi saya tidak aktip,” sedih Kokom Komariah.

Adhi/red

Leave A Reply

Your email address will not be published.