Sesal dan depresi kini hinggap pada diri Polwan Fadhila
Polisi wanita berinisial Fadhilatun Nikmah (28) begitu menyesali perbuatannya. Suami yang juga berprofesi sebagai polisi, meninggal dunia setelah terbakar akibat disiram bensin olehnya. Hari-harinya kini di tahanan Mapolda Jawa Timur, acap menangis sedih dan trauma berat.
Mojokerto – Karena emosi begitu luar biasa, membuat Fadhil panggilan akrab Fadhilatun Nikmah, tidak mampu mengontrol dirinya. Padahal selama ini, Fadhil yang bertugas di Polres Mojokerto dikenal sebagai polisi wanita (polwan) pendiam.
Banyak teman sesama Polwan di Polres Mojokerto, tidak menyangka aksi yang dilakukan Fadhil dengan pangkat Briptu (brigadir satu) pada diri Briptu Rian Dwi Wicaksono (27). Suami yang telah memberikannya tiga anak dibakar dalam keadaan hidup.
Briptu Rian panggilan akrab Rian Dwi Wicaksono akhirnya meninggal dunia setelah tiga jam kejadian. Meski sempat dibawa ke RS Dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto, nyawa Rian tidak berhasil diselamatkan, atas 90 persen luka bakar yang dideritanya.
Peristiwa konflik rumahtangga itu, berawal saat Fadhil mengecek atm Rian di dekat tempat tinggalnya, asrama Polri – Jalan Pahlawan, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Saat itu Rian sedang bertugas di Polres Jombang.
Fadhil jengkel saat tahu atm milik suaminya tinggal 800 ribu, Semestinya gaji yang diperoleh Rian senilai 2.8 juta. Sabtu pukul 9 pagi (8/6), proses awal meninggalnya Rian .
Rian dipaksa Fadhil pulang ke rumah saat itu juga. FN yang baru melahirkan bayi kembar lelaki 3 minggu lalu, mengancam akan bakar 3 anaknya jika tidak menuruti perintahnya.
Ribut pun terjadi setelah Rian mengakui uang terpakai untuk judi online. Emosi Fadhil langsung meledak, lalu menarik tangan Rian ke garasi. Tanpa perlawanan Rian membiarkan Fadhil memborgol tangan kirinya, dan dikaitkan dengan pinggiran tangga lipat.
Pasangan suami istri alumni SMAN Ploso, Jombang ini, dikenal di lingkungan tempat tinggalnya harmonis. Sehingga warga asrama Polri di Mojokerto, tidak menyangka Fadhil dan Rian ribut diluar rumah.
Bahkan Fadhil seketika menyiramkan bensin ke tubuh Rian. Pria asal Jombang ini, hanya pasrah diperlakukan sang istri.
Sampai akhirnya Fadhil menyalakan korek api, yang disulutkan ke tisu di tangannya. Api langsung membakar, dan membuat tangan Fadhil terkena hawa panas api. Kobaran api di tisu langsung mengena tubuh RDW. Seketika tubuh yang sudah dilumuri bensin langsung terbakar.
Fadhil panik. Tidak menyangka pada perbuatannya. Tetangga yang melihat langsung memberi pertolongan memadamkan api yang berkobar di wajah dan badan Rian. Begitu juga Fadhil berusaha menyelamatkan Rian.

Di ruang ICU RS Dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto, nyawa Rian tidak berhasil diselamatkan. Rian akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.55 wib (9/6).
Dalam kondisi kritis, Fadhil meminta maaf pada Rian. Tangis Fadhil akhirnya pecah, saat Rian menghembuskan napasnya.
Hendra/red