Aku menjadi pelacur setelah cerai dari suami
Andaikan waktu bisa dikembalikan. Mungkin diriku tidak seperti sekarang ini. Harus berpeluh keringat di siang hari. Menjajakan dagangan sebagai SPG.
Semua ini gara gara ketololanku mengambil langkah. Sampai akhirnya hidupku sunĝguh menderita.
Berawal dari pernikahan pertamaku. Dua anak telah mewarnai rumahtangga kami.
Gara gara masalah uang. Membuatku menjadi beringas pada mantan suami pertamaku. Pikiranku waktu itu. Lebih emosional menghadapinya. Sehingga memilih berpisah.
Kami memiliki usaha masing-masing. Boleh dikatakan. Baik aku dan suami punya pendapatan masing-masing, dari bisnis warung kelontong.
Sukses usaha yang kulakukan. Bertolak belakang dengan usaha suami. Sampai mantan suamiku berutang 15 juta pada te. Selain itu juga berutang pinjol lumayan besar jumlahnya.
Kutanyakan alasan uang 15 juta yang dipinjamnya ke temannya. Lantaran tidak dibayar-bayar. Temannya itu menagih ke diriku.
Mantan suami mengakui pinjam uang ke temannya. Namun Ia tidak menjelaskan alasannya pinjam uang. Begitu juga dengan penggunaan utang di tempat lainnya.
Sampai akhirnya warung yang dikelolanya bangkrut. Disinilah emosiku tak terbendung. Dan aku memilih pulang ke rumah orangtua.
Suatu saat mantan suami, pamit mau cari kerjaan di kota lain. Untuk membayar utang – utangnya.
Tapi yang membuatku jengkel dan sakit hati. Mantan suami pertama bilang. Selama bayar cicilan utang. Kehidupan anak anak dan aku, dimintanya aku yang tangani dulu. Sampai utangnya beres semua.
Ribut besar tak terelakkan. Sampai dia pergi meninggalkan rumah. Setelah aku memutuskan bercerai darinya.
Sesal sesaat yang kurasakan saat bercerai dengannya. Jadi cerai buatku meski menyakitkan. Namun lebih baik daripada menjalani pernikahan sakit bersamanya
Meski sudah cerai. Namun utang utangnya terpaksa aku selesaikan. Karena mereka menagih ke rumahku. Setelah mantan suami tidak dapat dihubungi lagi.
Pernikahan Kedua
Gagal di pernikahan pertama. Juga terjadi di pernikahan keduaku. Kali ini. Kembali terulang ketololanku.
Semestinya tidak perlu masuk ke jurang untuk kedua kalinya. Tapi jurang di pernikahan kedua ini. Lebih menyadarkan diriku dari ketololanku.
Aku tersadar telah begitu tolol. Mau menerimanya Pray sebagai suami. Padahal pengalamanku pernah berumahtangga, semestinya menjadi pelajaran untuk lebih hati hati melangkah jika kembali menikah.
Seperti dibutakan cinta dan napsu. Aku menikah dengan penjudi online. Sampai semua uang dan hartaku ludes. Karena tergiur dengan rayuannya.
Barulah setelah aku tidak memiliki apapun. Suami kedua meninggalkan ku tanpa ada beban. Sehingga kembali cerai untuk kedua kalinya.
Berbagai Pelukan
Aku begitu terpuruk saat ini. Aku begitu menderita dengan hidup ini. Aku harus bangkit. Meski harus dari nol besar. Walau di sisi lain. Semangat hidupku sangat lemah sekali.
Tapi aku tidak ingin membiarkan kedua anak dari pernikahan pertamaku menderita. Aku mengambil keputusan. Anak bungsu kutitipkan pada otangtua. Sementara anak sulung lebih memilih tinggal bersama ayahnya (mantan suami pertama).
Disinilah petualangan hidupku bermula. Dari tidak mengenal pelukan lelaki lain selain suami. Kini harus kujalani menerima pelukan berbagai laki demi lembaran uang buat kebutuhan hidup.
Aku harus melakukannya. Karena pendapatan menjadi SPG tidak seberapa, untuk hidup sehari hari. Belum lagi buat kebutuhan anak sekolah dan lainnya.
Akupun melakukannya saat ada rasa suka. Meski baru kenal. Tapi ada rasa suka. Kulakukan melayaninya dengan sepenuh hati.
Begitupun diantara lelaki itu. Ada yang serius denganku. Dan menerima masa laluku. Termasuk menerima kejujuranku, telah tidur melayani banyak lelaki.
Aku bingung dan khawatir kembali terulang perceraian. Aku sudah lelah menikah dan kemudian cerai lagi. Lelah dengan gunjingan lingkungan. Sehingga membuat keluargaku turut terkena getahnya.
Aku khawatir mereka yang serius menikah. Hanya sesaat saja. Setelah puas kemudian kembali aku dicampakkan.
Pikiranku bergelayut dengan berbagai sangkaan negatip. Mungkin diantara pembaca dapat memberiku jalan keluar ? Kirim sarannya ke 085246776009 (Watshap)
Diceritakan oleh : Susan di Medan